Rabu, Mac 04, 2009


Hehe..saya tak dapat menahan gelak apabila membaca blog Abu Saif yang berjudul Jodoh Tak Datang Bergolek. Sambil membaca, sambil saya terkenangkan sebuah perbualan santai dengan ibu tak berapa lama dulu.

“Ngah, ade doh ke?”

Itulah soalan selingan setiap kali saya menelefon ke rumah. Dan seperti biasa, saya yang masih belum terlalu serius memikirkan baik soal jodoh, pelamin dan lampin, menjawab seadanya.

“Tok ready lagi ma.hehe...” kadang-kadang saya menjawab, “Ho, ado doh..ramai calonnya ma...sapa tok tahu hok mano so nok pilih...”,kemudian tergelak besar, tanda saya langsung tak serius dengan apa yang saya kata.

Dan sejak mengenal dunia dakwah setahun jagung ini, juga sejak trend blog memblog semakin meluas, semakin banyak pulak hujah-hujah mantap yang nyaris tiada kekurangan dalam dalilnya yang membicarakan tentang halal haramnya bercouple sebelum nikah. Maka, kini skema jawapan saya kepada ibu pun naik setingkat. Dah ada dalil-dalil, hadis-hadis yang menerangkan tentang itu dan ini. Tetapi benarlah, orang tua makan garam dulu sebelum kita. Masih ingat ibu saya membidas kembali hujah saya,katanya,

“Doh kalu tok cari, jodoh tok mari sdiri. Nok nikoh bukan main-main, keno kenal sapo mok ayoh, ore nyo lagu mano, setaro mano prangai dio. Tok leh main nikoh jah..Kito ni ore pue (orang perempuan) nikoh sekali seumo hidup, jange main-main.”

Wahh...panjang lebar pesan ibu.Saya? Terdiam dan terkesima.Menghadam isi-isi penting nasihat seorang veteran yang sudah punya anak lima. Namun waktu itu, saya sungguh rigid dengan prinsip yang saya pegang. Oh, kalau ingin ikut pendapat ibu, maka jalannya hanya satu, kena la bercouple (interpretation seorang remaja yang masih jahil tentang dunia). Kalau tak, macam mana nak tahu semua tu. Tapi masalahnya, couple tu bertentangan dengan arahan Allah. Bukankah saya sudah dibentangkan dengan dalil-dalil yang tahap kesahihannya tidak boleh disangkal sama sekali. Firman Allah dari Al-Quran. Bukan main-main.Walaa taqrabuzzina...(Jangan kamu mendekati zina..)..Ha..amik engkau! Maka,jadilah saya ditelan mati mak, diluah mati bapak.

Lantas, dengan pening-pening lalat campur tak serius sangat, saya pun mengambil jalan mudah, beramal dengan apa yang saya yakini benar disisi Allah. Sesuai dengan sebuah hadis baginda Rasulullah, “tinggalkan perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu” (Hadis riwayat Tarmizi dan Nasa’i). Pada saya, nanti kalau saatnya telah tiba, serunya telah menyapa, lambat-laun jodohnya akan datang jua ke riba. Wah, optimis sekali saya ya! Hehe...

Namun, semakin usia menginjak, semakin saya terfikir ada benarnya kata ibu. Kalau jodoh tidak dicari, bagaimana ia akan datang sendiri? Nah..kini, artikel terbaru ustaz Hasrizal telah menjawab persoalan muda-mudi. Usaha itu perlu dalam mencari yang terbaik untuk dijadikan teman sehidup semati. Tetapi ingat, tiadalah usaha yang lebih murni melainkan mengikut panduan yang telah digariskan Illahi iaitu menggunakan khidmat orang tengah yang lebih ampuh dalam mencegah aib dan menjaga maruah diri.

Saya tak berniat pula nak mengulas lanjut tentang ini. Eloklah semua orang duduk dan berfikir sendiri. Islam itu agama Allah. Agama fitrah. Mana mungkin suruhan Allah itu menyalahi fitrah makhluknya. Allah tak pernah melarang hamba-hambaNya berpasangan, cuma Allah menggariskan beberapa peraturan bagi menjaga kemaslahatan umat manusia. Tetapi kebanyakan manusia suka buat-buat tak tahu. Kita enak mengikut nafsu sendiri. Kalau rasa sedap, kena pada selera, selalu kita turutkan saja. Ye tak? Lebih malang lagi, kalau nafsu itu dikendalikan oleh orang-orang yang telah ditarbiyyah, tetapi tetap saja kalah pada selera hati. Mereka ini biasanya lebih kreatif mencari kesempatan dalam kesempitan. Mencari ruang-ruang dalam hukum-hakam yang mungkin bisa memberi sedikit kelonggaran. Malang sungguh! Mereka tidak sedar tinggi rendah langit dan bumi. Melampiaskan nafsu dengan cara yang inovatif sekali sehingga terbitlah fenomena cinta anta-anti, ana-ukhti, ana-akhi dan macam-macam istilah Arab lagi. Semuanya plastik dan kosmetik semata-mata...

Sedarlah, kalian sedang menipu diri sendiri. Cukup-cukuplah tu..Insaf-insaflah eh...Jom, sama-sama kita koreksi diri. Allahualam.

Dr Didie : Masinnya air laut tidak mampu menyerap ke dalam isi ikan, tetapi bila ikan itu mati, secubit garam pun sudah cukup untuk memasinknnya. Begitulah hati, hati yang hidup sangat sukar dinodai, tetapi bila hati itu telah mati, dengan mudahnya dapat dipengaruhi, itulah perumpamaan jiwa-jiwa insan, mudah leka, lupa dan alpa. Sedarlah dan sama-sama kita saling ingat mengingatkan, Semoga hati kita dipelihara dan terpelihara. Amin..

Selasa, Mac 03, 2009


Hidup ini terlalu singkat untuk berehat-rehat dan bermalas-malasan. Hidup ini juga terlalu pendek untuk bersedih dan bermuram durja. Malanglah bagi manusia yang tidak memanfaatkan hidupnya ke tahap maksimum. Begitu yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman 20 tahun hidup di dunia yang fana ini. Tidak hanya itu, malah saya menyaksikan ramai orang di sekeliling saya yang tidak menemukan bahagia, tidak juga berjumpa ketenangan, jauh sekali kebahagiaan. Padahal, mereka memiliki harta yang banyak, kedudukan yang tidak kalah hebatnya, otak yang tak tertanding pintarnya. Mereka punya segala-gala. Tetapi jauh di dalam sana, jiwa mereka kosong....

Namun begitu, bukanlah minat saya untuk berbicara tentang orang lain. Saya memang suka melihat dan memerhati tingkah laku manusia, tetapi tidak bermakna saya tidak mencermin diri sendiri. Jujurnya, saya juga pernah seperti mereka. Saya pernah merasakan seolah-olah bahagia dan damai itu tidak hadir dalam hidup saya walhal saya boleh dikatakan berada dalam comfort zone. Saya mungkin bukan berasal daripada keluarga yang kaya-raya, berkedudukan atau terhormat, tetapi sekurang-kurangnya, saya tak pernah kebulur, saya sentiasa punya wang yang cukup untuk menyara diri sendiri, saya punya tempat berteduh yang amat selesa, dan saya malah mempunyai tahap pendidikan yang boleh dibanggakan. Dipendekkan cerita, dunia saya miliki, tetapi saya tidak pernah merasai kebahagiaan yang hakiki....

Lalu saya berkelana di bumi ini,mencari makna diri. Mencari jawaban kepada persoalan hidup yang rutin. Untuk apa saya belajar pandai-pandai? Untuk apa saya score dalam peperiksaan sedang saya tidak merasai apa-apa pun yang bertambah dalam hidup saya setelah saya mencapainya. Mungkin saya bangga dan berbunga-bunga seketika, kemudian semuanya kembali normal dan saya meneruskan hidup lagi. Semua yang saya capai bagaikan tiada makna....Saya masih ingat, sewaktu kecil-kecil dahulu, saya pernah bertanya ibu,

“Ma, bakpo kito keno belajar sungguh?”

“Ngah keno ngaji sungguh, nanti buleh belajar kat universiti, buleh dapat kijo bagus, buleh beli kereta besar, rumoh besar, buleh naik kapal terbang, melancong sano-sini, buleh buat macam-macam, dok la nati jadi ore miskin, dicemuh ore...Haa..tak se jadi pandai?”, ibu saya malah menjawab dengan persoalan juga. Apalagi, cepat-cepat saya mengangguk. Masakan tidak, ngeri saya mendengar perkataan miskin dan dicemuh orang. Sungguh, saya paling tidak suka dihina dan dicemuh. Saya tidak larat memikul semua itu. Maka sejak itu, saya menanam tekad untuk belajar bersungguh-sungguh lantaran saya telah memikirkan yang indah-indah. Saya kepingin belajar di university, punya kerja yang bagus-bagus, punya rumah dan kereta mewah, melancong ke serata dunia, wahhh...tidak sikit benarnya kata ibu, begitu fikir saya.

Nah...akhirnya dengan rahmat Allah, saya sudah memperoleh hampir sebahagian daripada impian waktu kecil saya, dan kini saya sedang mendaki puncak jaya. Namun, di mana bahagia? Saya masih tidak merasa apa gunanya memiliki ini semua. Apakah dengan memiliki kemewahan saya akan memeluk dunia ini sehingga saya mati? Sudah tentu tidak. Saya kini merasakan bukan harta yang bisa membahagiakan, bukan baju-baju cantik atau aksesori-aksesori berjenama yang membawa ketenangan, bukan juga pria handsome yang memuja kita siang dan malam yang jadi perkiraan, tetapi jauh di lubuk hati yang terdalam, saya menyedari bahawa hati ini merindukan Allah...Merindukan Dzat yang lebih agung daripada dunia dan seisinya. Saya bukan mencintai kedamaian, tapi saya sebenarnya merindukan Pencipta Kedamaian, saya bukan mengharapkan kebahagiaan hadir ke dalam hidup saya, tetapi bahkan saya mendambakan Pencipta Kebahagiaan itu sendiri. Saya dan orang-orang di luar sana, yang malah ada yang sudah pun sukses dan berhasil, tetapi masih berkata tidak memiliki apa-apa, kalian sebenarnya merindukan Allah! Kalian mendambakan pencipta kalian, kalian merindukan sifat-sifat Allah. Kerana apa? Kerana sebab itulah kita semua diciptakan!



“Tidak diciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadat kepadaku” (maksud firman)

“Maka,hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama(Islam);( sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum:30)

Sahabat-sahabat, saat kita mengkosongkan diri di hadapan Allah,merasakan bahawa diri kita ini tidak berdaya, mengakui bahawa kita hanyalah hamba, dan Allah lah yang Maha Berkuasa, maka ketika itulah, sebuah keindahan dan kedamaian yang tidak tergambarkan akan tercipta. Iaitu saat kita kembali kepada fitrah! Jangan sekali-kali merasa cukup dengan diri sendiri, jangan merasa dunia ini kita yang punya. Ingatlah, semua harta yang kita miliki hanyalah pinjaman daripada Allah. Sentiasalah bersyukur dan merasai kebersamaan dengan Allah dan Dia telah berfirman, “Maka ingatlah kepadaKu, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu ingkar kepadaKu.” (Al-Baqarah:152).

Hidup ini hanyalah seperti sebuah ladang tempat kita menanam benih amalan, agar hasilnya nanti dapat kita tuai buat bukti diri patuh ajaran Tuhan! Wallahualam..

Dr didie: - Di luar sana, ada yang tak cukup makan, tapi, ramai yang cukup makan pun tak reti-reti nak cukupkan solat 5 waktu!

Jumaat, Februari 13, 2009

Har ini saya banyak releks.Memanjakan diri.Layan intenet. Bace blog ke blog.Tengok cerita kartun dan chatting!!!huhu..Apekah??Apekah ini yang dibuat oleh seorang muslimah??huhu...Baeklah,saya mengaku,hari ini,saya sangat tak larat nak study.Baru masuk topic baru >>OPTICS<< dan saya balik dari lecture dengan kepala yang sangat pening-pening lalat kerana tak faham apa yang lecturer saya membebel selama sejam.huhu..Lalu saya pulang dengan suhu badan yang sudah sedikit naik.Uh,adekah saya hampir demam??tidak...tapi,tanda-tandanya positif.Dengan kepala yang pusing2 spring dan suhu badan yang sekejap panas,sekejap sejuk,saya rasa tak lama lagi saya akan berbungkus dalam duvet...huhu...

Dan untuk mengelakkan perkara yang tidak diingini,saya telah menelan dua bijik panadol sebagai ikhtiar.Dan, saya memang bercadang untuk tidur,tapi malangnya, ym saya di buzz dengan aktifnya oleh sahabat-sahabat saya.Maka,saya memilih untuk melayan mereka dan tidak jadi tido.Kepala semakin pusing dan saya mengambil keputusan tuk menamatkan semua conversation dan saya pun pergi bersiram bagi mengurangkan suhu badan yang semakin menggila.Selepas menyantap dinner malam ni,saya bercadang untuk study, tapi ternyata,kakak saya pulak membutuhkan chatting dengan saya..Maka,layan je laa~~=P

Minggu ni,saya belajar banyak benda tentang kehidupan terutama tentang peri pentingnya bersangka baik pada Allah.Tentang betapa kalau kita tak serahkan segala urusan pada Allah maka kita akan terseksa-menderita-kecewa-dan-resah-gelisah-yang-tak-tentu-hala...Dan hari ni,saya telah mendapat result essay saya yang agak tidak memberangsangkan,tapi saya bersyukur.Kesyukuran saya bertambah apabila saya menyedari bahawa kawan omputih saya pun tak de la dapat markah tinggi sangat.So, saya menenangkan hati dan saya fikir saya masih boleh memperbaiki lagi kelemahan essay saya.(perhatian:saya memang tak pandai bahasa Inggeris,tapi saya akan berusaha!=)hehe.

Hmm..untuk langkah pertama,saya telah bertemu dengan lecturer saya dan bertanyakan kelemahan saya serta tips-tips yang perlu saya amalkan untuk score essay fizik.Hmm..tak banyak yang saya dapat melainkan tips yang biasa2 je iaitu banyakkan baca journals dan practise wat essay banyak-banyak.haihh...Tapi,tak mengapa.Saya tahu lecturer saya sayang saya.Dia mahu saya berjaya.Maka saya juga mahu dia tahu bahawa saya lagi-lagi la nak berjaya.Saya tidak mahu mengecewakan sesiapa terutama ISLAM, mak ayah saya,rakyat Malaysia yang meng'sponsor' saya serta diri saya sendiri.Saya mengaku,saya bukan pelajar yang pandai,tapi saya akan berusaha.Ma,abah,lecturer,KPM,saya akan berusaha!!=)walaupun saya akan demam2 dan mata saya lebam macam panda serta jadual tido saya tak menentu,tapi,saya tak kisah tu semua.Kerana saya nak berjaya dan saya tak sampai hati nak kecewakan sape-sape...huhu..

Bila saya duk kat negara orang,saya sedar, saya kena jaga diri saya sendiri.Tak de orang yang nak jaga sakit penim dan kisah kalau saya tensi study ke ape.Memang la ade usrah every week.Tapi itu tidak cukup membantu kalau kita tak bergantung pada Allah.Menangis dan minta pada Allah itu lebih berbaloi berbanding berkongsi dengan manusia yang masing-masing pun ade masalah sendiri dan kadang-kadang tak memahami sangat pun perasaan kita.Allah is everything here,now and forever.Saya sayang diri saya,saya nak berjaya dunia akhirat.Saya selalu doa supaya Allah suburkan sifat mahmudah dalm diri saya.Supaya Allah tiupkan sifat sabar dan lemah-lembut kepada saya supaya saya bisa bersikap lemah-lembut terhadap saudara-saudara saya.Saya juga berdoa supaya Allah menjauhkan bisikan-bisikan syaitan durjana yang membisikkan kejahatan di hati saya.

Saya tidak mahu jatuh sakit untuk sesuatu yang tidak berbaloi.Saya mahu menjadi dae'i dalam erti kata yang sebenar.Saya tidak mahu terhanyut dengan hal-hal picisan seperti couple dan sebagainya.Saya mahu menjadi mujahidah yang punya identiti dan jati diri yang teguh.Sya mahu serius fokus pada ummah.Saya tak mahu termasuk dalam kategori dae'i yang masih penim2 dengan isu 'kapel islamik' nya.Saya telah menanamkan azam dan tekad untuk melakukan yang terbaik dalam hidup sejak saya berumur 19 tahun.Huhu..Ampun,saya sedar agak lambat,tapi saya serius!!Saya tak nak leka+lalai lagi.Saya sedar saya sedang membangun.Allah sedang memberi peluang pada saya utuk menaikkan darjat saya dengan menjadikan saya sebagai penuntut ilmu di bumi UK ini.Maka saya berjanji tidak akan mensia-siakan peluang daripada Allah.Saya akan belajar bersungguh-sungguh.Saya tidak amhu menyesal kerana menjadi orang yang tidak berusaha.Saya akan mencuba sedaya-upaya.Saya mahu bersangka baik pada Allah.Bukankah Allah telah berfirman, "hanya kepada Allah kesudahan segala urusan"(luqman:22)
"Milik Allahlah segala yang ada di langit dan di bumi." (Luqman:26)

Sahabat-sahabat,memang nampak macam simple je bersangka baik pada Allah,tapi percayalah,kita takkan mampu buat itu tanpa punya rasa kesedaran yang tinggi bahawa kita ini hanyalah hamba yang tak punya apa-apa dan kita sendiri tidak mengerti apakah rencanaNya selepas ini.Apabila kita sedar kekerdilan kita,kita takkan salahkan takdir.Takkan salahkan Pembuat Takdir.Kita akan redho,dan dada kita akan lapang serta wajah kita tetap akan berseri dengan senyuman walaupun masalah kita sebesar gunung Sinai.Justeru itu,marilah sama-sama kita mensyukuri segala nikmatnya.Kita berusahalah menjaga nikmat yang dianugerahkanNya.Contoh mudah,macam saya sekarang,nikmat terbesar yang saya miliki ialah mendapat peluang melanjutkan pelajaran ke UK.Bukan semua orang dapat,tapi saya dipilih oleh Allah untuk merasai nikmatNya ini.Terus, apakah pantas saya bersenang-lenang tanpa berusaha belajar bersungguh-sungguh dan menjaga nikmatNya ini?

Apakah tercatat dalam sejarah orang-orang yang berjaya dengan hanya bermalas-malsan,tidur,melangut dan termenung??Tidak bukan?Tetapi sejarah telah menunjukkan bahawa tidak dapat tidak pelajaran itu harus diraih dengan perahan otak penuh perasaan, sekuat dan semampu tenaga,seluruh keringat menjadi taruhan.Bahkan kalau perlu, nyawa pun harus digadai untuk meraih setetes ilmu!Dan ingatlah,jangan sekali-kali putus asa wahai NOOR ADILAH AB AZIZ dan seluruh sahabat-sahabat yang berjuang diluar sana kerana segala yang ada di lanagit dan di bumi itu adalah milik Allah.Maka mintalah ilmu itu daripadaNya.Jangan bersedih andai belum memahami apa yang dipelajari hari ini.Allah tidak melihat hasil,tapi Allah menilai usaha!

hasan-al-banna

“Jika kamu merujuk kepada sejarah kebangkitan berbagai umat di Barat dan di Timur, dulu dan kini, kamu akan melihat mereka yang berjuang disetiap kebangkitan yang berjaya dan berhasil ,adalah kerana mereka mereka mempunyai manhaj yang digariskan yang di atasnya mereka berjuang. Mereka mempunyai hadaf (objektif-objektif) yang kearahnya mereka tuju … tanpa bosan dan futur. … Aku percaya wahai saudara, setiap putaran sejarah dan semua kebangkitan dalam sesebuah ummah berjalan diatas Undang-undang Alam ini, termasuk kebangkitan-kebangkitan agama yang dipimpin oleh para Nabi dan Rasul as. … Aku dapati sifat gopoh tertanam kukuh didalam peribadi kita, cepat terkesan, gelora perasaan dan sebagainya, menjadikan kebangkitan kita sekadar lonjakan perasaan , didesak oleh faktor yang sementara sifatnya, kemudian menyejuk dan padam seolah-olah macam tiada apa-apa berlaku … Wahai Ikhwan, terutama mereka yang bersemangat ingin cepat menang diantara kamu. Dengar dariku kalimat yang tinggi berkumandang dari atas minbar di Muktamar ini. Sesungguhnya Jalan kamu ini telah digariskan fasa-fasanya, telah diletakkan garis panduannya. Aku tidak akan menyalahi garis-garis panduan yang aku amat meyakini bahawa ia adalah jalan yang paling selamat untuk sampai (ke matlamat). Memang, kekadang ia jalan yang panjang, tetapi tidak ada jalan yang lain. Kehebatan seseorang akan terpancar melalui kesabaran, teguh, bersungguh dan bekerja tanpa henti. Sesiapa dikalangan kamu yang gopoh ingin memetik buah sebelum masak atau memetik bunga sebelum kembang, maka aku sekali-kali tidak bersama dia. Elok sekiranya dia meninggalkan Dakwah ini dan pergi ke perjuangan-perjuangan lain. Sesiapa yang bersabar bersama aku sehingga benih tumbuh, pokok menghijau, buah meranum dan tiba hari memetiknya, maka pahala bagi dia ada disisi Allah. Tidak akan terlepas dari kita dan dia pahala dari 2 kebaikan samada Kemenangan dan Kepimpinan atau Syahid dan Kebahagiaan”. [Hasan Al-Banna]



Semoga saja kita semua dilimpahkan rahmat dan hidayah daripada Nya.Ya Allah,jadikan aku sebagai hambaMu yang tahu bersyukur!!Wallahualam...Segala isi kandungan entry kali ini hanyalah luahan dan perkongsian daripada penulis...Yang baik dijadikan panduan,yang buruk jangan lupa perbetulkan.Sehingga ketemu lagi.Salam~~

 
Copyright (c) 2010 Diari diDie. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.