Ahad, September 12, 2010

Salam sume...

Alhamdulillah..Alhamdulillah....Alhamdulillah...

Kini kita semua masih bernafas dan berpeluang menikmati syawal yang menjelma....

Subhanallah...All praises to Allah kan kawan2?=)

Hmm...kali ni, saya kira saya mahu bicara soal hati...

Soal hati yang sering mendera sebahagian hidup kita...

Ya, berlaku jujurlah kepada diri kita.

Soal hati bukan lagi soal rahsia.

Soal hati bukan hanya soal remaja-remaja, tetapi ia juga telah membarah serius dalam kalangan si tua!!

Soal hati memang soal rasa, yang saya lebih mudah menyebutnya sebagai CINTA...

Cinta sesama manusia...

Indahnya cinta ini memang bisa membuai jiwa, membuat hati bergelora, membiarkan si tua lupa usia, dan menggamit-gamit si muda untuk mencuba-cuba...

Dari fitrah, cinta kini kian dinodai fitnah.

hmm...cinta...

jika engkau sudah benar-benar mantap,

aku kira eloklah engkau luahkan rasa itu.

Bukan pada si dia, tetapi pada Si Dia...

Mengertikah engkau akan maksudku?

Dan ku kira, jika rasa mu itu semakin positif,

eloklah engkau luahkannya sekali lagi.

Namun kali ini, bukan jua kepada si dia...

Tetapi kepada seseorang yang engkau tsiqah dengannya...

Seseorang yang engkau yakin bisa membantumu untuk menyatukan kalian berdua...

Mungkin jalan ini akan sedikit panjang...

Dan kau tentu tidak menyukainya...

Kerna kau tidak tegar menunggu lama...

Ah, perkara baik selalu saja bermehnah, iya kan??

Ermm..pasti juga ada yang bilang,

"kenapa tak langsung mesej??tanya saja padanya??"

Iya, kenapa tidak ya? Saya tidak kata itu salah. Itu juga bisa, asal ia tetap terjaga, bincang apa yang penting sahaja dan kemudian beri dia masa dan selepas itu proceed dengan orang tuanya...(hmm..kalaulah kita bisa se'ideal' itu dalam menjaga batasan...hakikatnya, kita selalu fail!!)

DARI HASIL DIALOG DENGAN HATIKU;

Cinta pada aku harus kita jujur,

Dalam menjalani dan mendepani,

Walau terkadang kita malu hati untuk mengakui...

Kerna cinta tidak salah.

Yang salah cuma cara kita mengendalikan cinta itu sendiri...

Jangan jadi robot bila menghadapi soal cinta,

Cinta itu manusiawi dan ia perlu diurus dengan cara yang menusiawi juga...

Jangan memaksa diri menolak rasa ini,

Kerana ianya hanya akan mengempang nafsumu sendiri...

Ingat, bahawa engkau adalah manusia normal bilamana rasa itu hadir dalam diri...

Tetapi Cinta...

Adakalanya, yang di rasa hanyalah ilusi,

Hasil diri yang terperangkap dalam kisah semalam,

Mungkin setelah rasa itu terluahkan,

Baru kan tersedar, rupanya semua hanya bayangan silam,

Dan hati pun, tak lagi merasakan getaran...

Cinta...

Jika kita takut akan kehilangan,

beerti kita belum cukup matang...

Maka jangan berani-berani mencuba penangan...

Cinta oh cinta!

Aku kira keputusan dari Allah itu yang paling mendamaikan.

Terkadang kita merasakan dialah yang terbaik,

Walhal kita tidak tahu bahawa Allah telah menyusun sesuatu yang lain untuk kita...

Yang jauh lebih special...

Yang telah lama Allah sediakan untuk kita...

Yang dihijab sejak lahir oleh Allah sehingga tiba waktunya...

Yang dia sebenarnya dipilih khas dari sisi yang Esa...

Yang namanya memang terukir pada kitab Luh Mahfuz di daerah sana....

Cinta, mari kita kembali kepadaNya...

Kepada Sang Pemberi Cinta...

Kerana Dia mengetahui segala rahsia...

Solatlah istikharah dan hajat...

Mintalah petunjuk dariNya...

Kelak engkau kan tahu, betapa bagaimana doa itu bekerja!!

Allah, Engkau SATU, sentuiasa beri yang TERBAIK untukku dan hamba-hambaMu....


Sekian soal hati, citarasa cinta dari saya, seorang Didie...

Wassalam dan wallahualam...=)

Ahad, September 05, 2010



doctor, actor, lawyer or a singer
why not president, be a dreamer
you can be just the one you wanna be
police man, fire fighter or a post man
why not something like your old man
you can be just the one you wanna be
driver, actor, lawyer or a singer
why not president, be a dreamer
you can be just the one you wanna be

i know that we all got one thing
that we all share together
we got that one nice dream
we live for
you never know what life could bring
coz nothing last for ever
just hold on to the team
you play for

i know you could reach the top
make sure that you won"t stop
be the one that you wanna be
now sing this with me


we may have different ways to think
but it doesn"t really matter
we all caught up in the steam
of this life
focus on every little thing
that"s what does really matter
luxury cars and bling
thats not real life

i know you could reach the top
make sure that you won"t stop
be the one that you wanna be
now sing this with me

driver, actor, lawyer or a singer
why not president, be a dreamer
you can be just the one you wanna be
police man, fire fighter or a post man
why not something like your old man
you can be just the one you wanna be

last year i used to dream about this day
now i"m here i"m singing for you
i hope i could inspire you
coz i"ve got all the love, coz i"ve got all love for you

driver, actor, lawyer or a singer
why not president, be a dreamer
you can be just the one you wanna be
police man, fire fighter or a post man
why not something like your old man
you can be just the one you wanna be

Sabtu, Ogos 21, 2010

Salam semua...

Alhamdulillah-Alhamdulillah-Alhamdulillah....

Ramadhan terus berlari, cepatnya masa berlalu pergi.

Aku masih melukut di tepi perigi.

Bukan kerana patah hati, tapi aku sedang menghadam tentang alam ini...

Tak lama lagi, aku bakal terbang untuk kesian kali.

Ah, ke mana lagi kalau bukan ke Leicester bersama pesawat Emirates kesayangan?

Saat ini, hatiku berbunga riang, bukan kerana ingin terbang, tapi kerana aku merasa disayangi Tuhan.

Kasih-sayang Allah adalah hadiah teragung sedunia...Hadiah yang tiada galang gantinya...

Subhanallah...

Tafakkurku tentang alam terhenti sejenak.

Semuanya bagaikan menjadi suatu puzzle lengkap. Ya, bila cinta dari Allah berbicara, di sini huraiannya tiba.

Dunia hanya akan penuh dengan teka-teki apabila kita tidak pasti akan janji Illahi. Dunia hanya penuh dengan tragedi apabila kita jauh dari Rabbi. Dunia hanya tidak pernah tercukupkan apabila cinta Allah tidak pernah kita rasai.

Dunia...hakikatnya hanyalah gurau senda...Suatu laman untuk saling berbangga.Ya, itu dunia. Yang nyata hanya ilusi. Bayangan nafsu nafsi. Penuh kontroversi. Penuh warna-warni.

Kini aku memahami...Biarlah dunia kekal sebagai dunia... Yang penting, aku tidak lena, dengan hiasan dunia yang fana.

Palestin, Pakistan, China, Iraq...Ah, dunia bagai neraka.

Pembuangan bayi, pelacuran, pembunuhan... dunia penuh duka.

Dunia, apa mahumu sebenarnya???

Allah adalah jawapan.

Dunia hanya tempat ujian.

Ia memberi harapan dan ia juga menghadiahkan dugaan.

Dunia hanya tempat persinggahan.

Ia bukan destinasi, tetapi sebuah perjalanan.

Apapun, aku tidak mahu menjadi pengeluh.Nanti hasilnya cuma peluh.

Yang pasti, dunia hanya bisa diubah oleh individu-individu yang menggerakkan diri mereka untuk berubah.

Hmm..Shift You Paradigm!





Jumaat, Julai 30, 2010

Salam semua...

28 Julai lalu, saya dan akhowat Rusia serta beberapa adik yang akan fly ke England September ini telah pergi bercuti ke Pulau Perhentian, Besut, Terengganu.

Alhamdulillah, pengalaman cutinya 'amazing'!! Cap jempol gitu lho! hehe....

Walaupun cuma dua hari satu malam, namun ianya antara memori yang pasti terukir indah di hati. Best sangat-sangat.

Pulau yang cantik dengan pasir pantainya yang memutih, ditambah lagi dengan ombak yang menderu dan angin yang sepoi-sepoi bahasa menampar pipi dan mengibarkan tudung-tudung kami, Subhanallah! Hatta kamera yang tercanggih sekalipun tidak dapat mengalahkan apa yang dirakam mata kami.

Terlalu cantik!

Pengalaman ber 'snorkelling' juga pasti takkan saya lupakan. Keajaiban alam bawah laut yang seolah-olah suatu alam lain yang penuh misteri dan rahsia. Batu-batu karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni dengan pelbagai bentuk dan jenis. Subhanallah...Tidak hairanlah ada manusia yang gilakan laut!

Memang menarik sungguh!

Ah, alam yang sentiasa memberiku inspirasi dan ketenangan hati. Membawa aku menyelami diri. Mencari apa mahuku selama ini. Mengkoreksi kelemahan diri, menginsafi, seterusnya mencari langkah memperbaiki.

Ah, aku anak muda. Sudah kucoretkan sebelum ini, tentang diriku yang bagaimana sebelum kukenal dakwah dan tarbiyyah.

Bukan mudah untuk kuterus thabat dalam jalan ini. Terkadang, pabila jemu menjengah di pintu hati, aku tertanya sendiri. Apa benar aku memilih jalan ini?

Dan ku masih ingat seorang teman yang kelelahan meluahkan rasa yang terbuku;

"Kenapa ey, kadang-kadang kita rasa rindu pada zaman jahiliyyah kita?"

Zapp!!

Luahan atau lebih tepat, persoalan yang dilontarkan oleh temanku itu bagai menghiris jiwaku sendiri. Kerana apa? Kerana rasa itu juga terkadang menggamit dan melambai-lambai dipinggir hati.

Astaghfirullah.

Memang bernafas di jiwa hamba ini bukan mudah. Tak pernah tak payah. Susah dan acap disulam kesah.

Aku manusia biasa. Banyak noda dan cela. Aku selalu buta. Pada mata dan rasa.

Berjuta kali aku berikrar mahu berubah. Berhijrah. Tapi setiap kali itu juga aku tersungkur di tengah jalan.

Imunisasi aku belum cukup teguh melawan bakteria jahiliyyah yang bagaikan membarah di dalam hati. Dan aku sering beralasan, aku butuh waktu. Aku butuh waktu untuk jadi jitu.

Tapi sampai bila? Aku semakin berusia. Aku tak mahu umurku sia-sia. Aku mahu umur yang berkat. Biar umur singkat tapi amalku padat.

Ah, mimpi deh aku barangkali!

Bisakah digapai awan di langit biru? Sedangkan tanganku panjangnya cuma sejengkal.

Ya Allah, jauh di sudut hati,
diri ini mahu merapat lagi,
mengadu di malam sepi,
hanya pada Engkau ya Rabbi.

Ya Allah, jauh di sudut hati,
aku mahu menjadi abdi,
yang berharap hanya pada Illahi,
tak langsung gentar pada cemuhan manusiawi.

Hmm...gagahlah wahai jiwa muda! jangan hanya lantang menyalak bukit. Jangan hanya mahu tunjuk jantan atau betina. Buktikan dengan amal.

Kurangkan kontroversi, tingkatkan prestasi. Moga semangatmu membara api. Jangan jemu melawan yang namanya naluri. Jalan masih jauh lagi Didie!

Isnin, Julai 26, 2010

Realiti selalu menyakitkan hati. Tiada bahagia berkekalan hingga ke mati. Yang ada cuma gembira di awal, derita di tengah, dan mungkin dengan izin Allah, diakhirnya bahagia bersemi lagi. Ah, persis ayat dalam surah Al-Insyirah;

"Bersama kesulitan ada kemudahan"

Dua kali Allah tekankan. Mulut dah berbuih baca ayat tu, otak pun dah lama hafal, di hati, memang sudah lama tersemat ayat suci keramat itu. Tapi bukan senang menghadapi realiti. Bila susah datang, hati pun automatik jadi suram. Otak kelam, lupa sudah Al-Quran penyuluh jalan.

Bila hati jadi gelap, prasangka pun tumbuh melata. Hilang percaya, ya itulah kata kuncinya.

Bila hilang percaya, curiga datang tanpa dipinta.

Jiwa jadi makin sakit, hati jadi makin kusut, akal jadi pendek, nafas tersekat-sekat, dan akhirnya amarah juga yang dihambur keluar. Kononnya akan menjadi ubat, agar jiwa puas dan bebas.

Tapi sebenarnya, masalah tak juga selesai-selesai. Malah jadi makin tenat.

Persefahaman tidak dicapai. Aku mengata engkau, engkau mengata aku. Aku lebih benar, engkau tu yang salah. Lagi-lagi aku, aku dan aku.

Entahlah, dunia ini kompleks. Allah dan susunan rencanaNya amat berseni, halus dan teliti. Tidak dapat dijagkau manusia.

Orang bijak pandai selalu mengatakan;

" Mesej yang baik harus disampaikan dengan cara yang baik pada waktu yang terbaik"

Tuntasnya, biar berhikmah.

Tapi selalunya, hikmah itu mahal, harganya sabar. Sebab itu tak ramai yang sanggup. Hatta yang menulis ini sendiri pun, selalu saja gagal. FAIL!!

Arghh..marah deh dengan diri! Gimana sih bisa terjeremus dalam perangkap setan lagi?
Untuk yang kesekian kali?

Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Al-quran juga sudah dibaca berpuluh kali, masih terasa jauh dari cukup lagi. Istighfar? Sudah kudahulukan setiap kali. Tapi kesukaran masih menggigit hati.

Allah, mohon Kau tunjuk jalan keluar bagi apapun masalah yang menjerat hamba-hambaMu. Biar dari yang sekecil kuman sehingga yang setinggi gunung everest, Kau tunjukkanlah jalan bagaimana sabar itu bisa dipraktikkan..Sesungguhnya, Sabar itu Mahar untuk ke syurga....

Ameen....

 
Copyright (c) 2010 Diari diDie. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.