Rabu, Disember 29, 2010

Alhamdulillah3x....

Pada 24hb 12 shingga 27hb 12 2010, saya diberi  peluang untuk menghadirkan diri ke PMS. Alhamdulillah...

Oh, by the  way, PMS tu stands for Perhimpunan Musim Sejuk or bahasa omputihnye, winter gathering.=) Just nak share wit u guys. Before saya pergi PMS, hati saya ni serabut sesangat...Ntah..Macam2 la saya fikirkan... Exam, Report, experiment yg akan datang, kerja, nikah, family.Sume2 tu la....So, kesimpulannya, sebelum saya g PMS, hati saya sungguh berkecamuk and for short, STRESS!

Tapi, setibanya saya di PMS.....

"Assalamualaikum..." Saya bagi salam dan masuk ke bilik peserta  berkumpul. Masya Allah, ramainya!!! Dan saya sungguh teruja melihat wajah2 bersih mereka semua. (Ada jugak la muka2 baru bgn tdo sbb saya smpi lam kol 9 pagi camtu...=)

Saya cuba bersalam dengan seramai mungkin manusia yang saya mampu dan of coz sangat heppi sbb dapat jmpa kawan2 lama. geng2 ganu!sonot2...bahgia...dahla ade org kasi saya makan nasi hujan panas free..Menarik sungguh dikala lapar ade yg menghulur;-P

Alhamdulillah...Tu cite sebelum pendaftraan bermula...Lepas dah daftar, peserta pun masuk dewan and hev some talks from the invited speakers.bla....bla..bla....saya tak join sangat sebab saya AJK kebersihan, so, most of the time mase tu, kerja saya cuci toilet dan pastikan bilik2 tidur peserta berbau harum..So, sembur airwick je la kerja saye kan..;-)

Pepon, alhamdulillah, saya mmg enjoy bekerja dgn mereka semua...best2...Pastu, cut to the short. Saya rasa, perkara yang paling best saya dapat kat PMS adalah the clarity of my mind. Ingat tak tadi saya cte saye rasa serabut gle tuh?Betol...serabutttttttttttttt sgt2..Tapi, one day at PMS, saya ade bercakap dgn sorang akak nih..Kami sama2 share masalah kami.Kena tulis report, nak ready for exam..sume2 lah...And then, suddenly that akak ask me.

"Dd, awak usaha tu, sbb Allah suruh awk usaha ke, sbb awk nak kerja2 awk siap?"

Kemudian saya pun tanpa berfikir panjang, terus je menjawab;

"Mestila sbb saya nak kerja2 saya siap. Sebab kalau saya tak usaha, tak bergerak, macam mana kerja2 saya nak siap?Siapa nak tolong taipkan report untuk saye?"

"Haaa....taw tak, kalau awk fikir macam tu, dah salah taw dari segi akidah." Kakak itu pun membalas jawapan saya dengan slamber jugak. Saya tersentak.Terkejut sebab dia mempersoalkan akidah saya. Tapi saya cari butang pause dan bertanya, "kenapa kak?"

"Sepatutnya, kita berusaha kerana Allah suruh. Bukan kerana nak kerja2 kite siap. Sebab...resultnye, natijahnya, akibatnye telah Allah tetapkan. Kita usaha 100% ke, 40% ke, 10% ke, resultnye dah Allah tetapkan. Tapi kenapa kita usaha? Sebab kita nak cari pahala dan sebab Allah suruh seorang muslim itu berusaha. Kena ingat bahawa bukan dengan usaha kita kerja2 kita siap. Tapi dengan kuasa dan rahmat Allah barulah kerja2 kita akan siap. Dengan ketetapan dari Allah. Bukan dari usaha kita sama sekali!"

Gulp, saya terdiam sebentar. Kemudian, saya yg masih belum berpuas hati ni bertanya lagi.

"Tapi kak, Allah tak zalim. Allah tu adil. Allah takkan nak bagi kerja saya tak siap bile saya dah usaha. Allah takkan buat macam tu kat saye! Dia kan maha pemurah dan dia takkan buat something against logic."

Akak tu senyum mendengar soalan atau lebih tepat pernyataan balas saya.

" Dd, apa definisi adil pada ukuran manusia?" Simple soalannya. Tapi serius, saya ragu2 utk menjawab. Melihatkan saya berfikir, akk tu pun menyambung lagi.

"Kite kata Allah tu adil bila Allah beri kite kesenangan kan? Bile duit biasiswa masuk, maka adillah Allah. Bika kita dapat rumah besar, maka adillah.Bila kita dapat keluarga bahagia, maka adillah. Bila kita lulus exam, maka adillah Allah. Itu ukuran adil pada mata kita.

Tetapi, pernahkah kita terfikir, oran2 kat Palestin tu, yang solat siang malam mintak pertolongan Allah, tapi mereka dibunuh setiap hari oleh Israel, jd, adilkah Allah? Pernah tengok orang miskin , bayi kena buang, pelacur, orang yang dirompak, orang yang diugut, dan orang2 yang tak cukup makan serata dunia. Agak-agak, rasa-rasa, adil tak Allah? Adil tak Allah pada mata kita sekarang? Kalau kesenanganlah ukuran adil kita, maka pada titik ini, Allah sudah tidak adil, kan?"

Saya terdiam lagi. BENAR!

"Jadi dd, back to sifat Allah.Mustahil Allah itu tidak adil. Sifat Allah adalah Maha Adil. Tetapi kena ingat, adil pada mata Allah tidak sama dgn adil pada mata kita. Allah lebih tahu dari kita atas apa yang telah Dia tetapkan. Allah itu Maha Mengetahui.

So, kalau kite gagal setelah berusaha, itu bukan namanya Allah tak adil. tapi Allah ada something yang jauh lebih special utk kita. Allah kan adil!"

Hmmm....Saya senyum...Sekarang saya faham. Usaha tak menentukan natijah. Resultnye dah Allah tetapkan. Allah itu Maha Adil dan Maha Tahu.

"Terima kasih akk! Rasa dah clear sekarang. Rasa lebih bebas dan ringan kepla saya yang berat sebelum sampai PMS ni."

Saya tersenyum lagi. Puas dan bebas. Bebas dari dibelengu keserabutan. Alhamdulillah..Jika kita letak Allah di depan dan berpegang kepada akidah yang sejahtera, maka hati kita pun akan sejahtera. dan hidup kita pun akan jd lebih mudah.

Insya Allah...tq Allah.tq kak!=)


Di bawah ni saya sertakan video lagu tema masa PMS yang dinyanyikan oleh kumpulan nasyid IKRAM;-)





Love you as always,
diDie AiNoRi

Ahad, Disember 19, 2010

Copyright Control:here

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). 


Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.

Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.


Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri).  Yang dimaksud dengan  Al-Wala’  ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)



Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.

Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.


Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:



“Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)


Ayat-ayat alquran tentang cinta:



2:222
3:31
3:159
3:146
Saff 4
Mumtahanah 8
Maidah 93
9:7

Selasa, November 16, 2010

Isnin, Oktober 25, 2010

Sekadar motivasi buat diri sendiri yang semakin hilang arah...

Tadi sempat menonton TV dan secara tak sengaja keluarlah sebuah iklan yang cukup menarik kata-katanya.Saya pun amat teruja betul apabila membaca dan mendengar bait-bait ini.

"Who knows how far you would go?"
"What will you sacrifice to make your dreams come true?"

Gulp! Zapp!!Rasa macam pedang tajam memancung leher saya. Ya, siapa yang tetapkan limit saya? Siapa yang tahu sejauh mana saya bisa pergi? Siapa yang tahu sehebat mana saya?

Jawapannya, tiada siapa tahu dan tiada siapa boleh pandai-pandai letakkan limit pada kebolehan saya. Hanya saya sahaja yang bisa memilih dan menentukan haluan hidup dan pencapaian saya. (Of course dengan pertolongan Allah).

Dan untuk mencapai yang terbaik itu, apakah saya sudah melakukan pengorbanan? Pengorbanan masa bermain, pengorbanan masa tidur, pengorbanan masa facebook dan sebagainya?

Ya, seolan kedua itulah yang memenggal leher saya saat ini. Sebab saya kira, saya memang belum betul-betul berkorban!!!

Dan sesungguhnya, kejayaan itu tidak akan dicapai tanpa pengorbanan. Maka, seharusnya saya dan anda, mari kita sama-sama membuktikan kemahuan kita untuk berjaya itu bukan main-main. Bukan hanya impian atas angin yang terawang-awang tanpa tali matlamat yang jelas.

Pernah dengar kata-kata ini?

"Orang yang berjaya adalah orang yang tak pernah putus asa setelah berusaha."

Kata kuncinya, berusaha! Usaha itu sama maksudnya dengan berkorban. Kerana apa saya kata begitu? Kerana tiada orang yang berusaha di dunia ini terlepas dari melakukan pengorbanan. Kerana usaha itu sendiri bahagian dari pengorbanan!

Justeru, saya ingin menyeru diri saya sendiri dan kalian agar kita sama-sama berusaha dan berkorban untuk mendaki puncak jaya yang tiada had dan batasan. Kerana had dan batasan itu, hanya kita yang tentukan!

Wallahualam...

P/s; Kalau tak percaya, tontonlah video ini;


Jumaat, Oktober 22, 2010

Mungkin benar dia tidak tahu apa-apa,
Mungkin benar dia selama ini cuma bersangka-sangka,
Mungkin benar dia hanya main pukul rata,
Mungkin benar semuanya...

Mungkin benar hikmahnya sudah dia jumpa,
Mungkin benar tabir rahsia telah terbuka,
Mungkin benar selama ini dia terpedaya,
Mungkin benar semuanya...

Mungkin benar tiada apa-apa,
Mungkin benar apa yang dicari tiada di sana,
Mungkin benar bukan itu destinasinya,
Mungkin benar semuanya...


Mungkin benar, namun dia masih berpinar...
Segalanya kelam dalam sinar,
Entahlah, dia tidak mahu membuat onar,
Biarlah kemungkinan-kemungkinan ini terbayar oleh indahnya sabar...
 
Copyright (c) 2010 Diari diDie. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.