Isnin, Julai 26, 2010

Realiti selalu menyakitkan hati. Tiada bahagia berkekalan hingga ke mati. Yang ada cuma gembira di awal, derita di tengah, dan mungkin dengan izin Allah, diakhirnya bahagia bersemi lagi. Ah, persis ayat dalam surah Al-Insyirah;

"Bersama kesulitan ada kemudahan"

Dua kali Allah tekankan. Mulut dah berbuih baca ayat tu, otak pun dah lama hafal, di hati, memang sudah lama tersemat ayat suci keramat itu. Tapi bukan senang menghadapi realiti. Bila susah datang, hati pun automatik jadi suram. Otak kelam, lupa sudah Al-Quran penyuluh jalan.

Bila hati jadi gelap, prasangka pun tumbuh melata. Hilang percaya, ya itulah kata kuncinya.

Bila hilang percaya, curiga datang tanpa dipinta.

Jiwa jadi makin sakit, hati jadi makin kusut, akal jadi pendek, nafas tersekat-sekat, dan akhirnya amarah juga yang dihambur keluar. Kononnya akan menjadi ubat, agar jiwa puas dan bebas.

Tapi sebenarnya, masalah tak juga selesai-selesai. Malah jadi makin tenat.

Persefahaman tidak dicapai. Aku mengata engkau, engkau mengata aku. Aku lebih benar, engkau tu yang salah. Lagi-lagi aku, aku dan aku.

Entahlah, dunia ini kompleks. Allah dan susunan rencanaNya amat berseni, halus dan teliti. Tidak dapat dijagkau manusia.

Orang bijak pandai selalu mengatakan;

" Mesej yang baik harus disampaikan dengan cara yang baik pada waktu yang terbaik"

Tuntasnya, biar berhikmah.

Tapi selalunya, hikmah itu mahal, harganya sabar. Sebab itu tak ramai yang sanggup. Hatta yang menulis ini sendiri pun, selalu saja gagal. FAIL!!

Arghh..marah deh dengan diri! Gimana sih bisa terjeremus dalam perangkap setan lagi?
Untuk yang kesekian kali?

Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Al-quran juga sudah dibaca berpuluh kali, masih terasa jauh dari cukup lagi. Istighfar? Sudah kudahulukan setiap kali. Tapi kesukaran masih menggigit hati.

Allah, mohon Kau tunjuk jalan keluar bagi apapun masalah yang menjerat hamba-hambaMu. Biar dari yang sekecil kuman sehingga yang setinggi gunung everest, Kau tunjukkanlah jalan bagaimana sabar itu bisa dipraktikkan..Sesungguhnya, Sabar itu Mahar untuk ke syurga....

Ameen....

3 comments:

eclaz hehe berkata...

sabar pada permulaan...dan pengakhiran

dr muthiah berkata...

huhu susah susah...
tapi sebab lagi susah lagi besar pahala huhu


yang sentiasa menyayangimu
Kak Long

dR.DidiE berkata...

insya Allah,moga Allah tenangkan gelora jiwa muda..jauhkan amarah, dekatkan sabar.ameen...

 
Copyright (c) 2010 Diari diDie. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.